Bank Dunia akan menyumbang US$ 3,5 miliar (sekitar Rp 33,2 triliun) ke Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA), guna memberi hibah dan pinjaman bebas bunga bagi 81 negara termiskin. Nilai sumbangan itu dua kali lebih besar dari sumbangan Bank Dunia pada 2005 sebesar US$ 1,5 miliar.
Selain itu, Bank Dunia juga menantang negara-negara maju mengikuti jejaknya dalam meningkatkan bantuan bagi rakyat miskin terutama di Afrika Selatan, Asia Selatan, dan Asia Timur. Demikian disampaikan Presiden Grup Bank Dunia Robert B Zoellick di Amerika Serikat dalam rangka 100 hari pertamanya sebagai Presiden Bank Dunia, pekan lalu.
“Saya ingin semua negara donor mengetahui bahwa Grup Bank Dunia akan menepati janji saat datang waktunya untuk meningkatkan IDA. Sekarang G-8 dan negara-negara maju lainnya harus turut merealisasikan janji mereka ke dalam nilai bantuan yang sepadan,” ujarnya.
Menurut Zoellick, sebagai pemain inti dalam sistem ekonomi multilateral, Bank Dunia memiliki peran penting dalam membangun globalisasi yang bersifat inklusif dan berkelanjutan.
“Bersama-sama, kita harus menunjukkan bahwa multilateralisme dapat bekerja lebih efektif, tidak hanya di ruang-ruang sidang dan deklarasi, tapi di desa-desa dan kota-kota berkembang, bagi mereka yang sangat membutuhkannya,” katanya.
Dijelaskan, Bank Dunia berupaya agar negara-negara berkembang dapat membantu dirinya sendiri dengan katalisasi modal dan kebijakan, melalui kombinasi ide dan pengalaman, penciptaan peluang di pasar swasta, dukungan pada tata kelola pemerintahan serta upaya pemberantasan korupsi.
Menurutnya, Bank Dunia memiliki enam tema strategis seperti membantu mengatasi kemiskinan dan merangsang pertumbuhan berkelanjutan di negara miskin terutama di Afrika. Menyikapi tantangan khusus yang dihadapi negara yang baru keluar dari konflik. [L-10]SUARA PEMBARUAN
September 29, 2007 pukul 9:02 pm
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.